Ucapan Dipercaya

Hari 2 — Ucapan yang Bisa Dipercaya

Pengkhotbah 5 : 4 – 5

“Jika engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda untuk membayarnya… Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.”

Integritas terlihat jelas dari cara kita berbicara.

Apa yang kita katakan seharusnya bisa dipercaya.

Sayangnya, banyak orang mudah berjanji tetapi sulit menepati.

Janji dianggap ringan, padahal dampaknya besar.

Ucapan yang tidak ditepati merusak kepercayaan dan kepercayaan yang rusak sulit diperbaiki.

Tuhan memperhatikan keseriusan kita dalam berkata-kata. Ia tidak suka kata-kata kosong.

Lebih baik sedikit bicara, tetapi dilakukan. Daripada banyak bicara tanpa tindakan.

Integritas dalam ucapan berarti kita berpikir sebelum berbicara.

Tidak asal janji. Tidak asal komentar. Tidak asal menyenangkan orang sesaat.

Ucapan kita harus mencerminkan hati yang jujur.

Kalau tidak bisa, katakan tidak. Kalau belum pasti, katakan belum tahu. Itu jauh lebih baik daripada memberi harapan palsu.

Orang yang berintegritas dikenal dari konsistensinya.

Apa yang ia katakan, itu yang ia lakukan.

Dan itulah yang membuatnya dihormati.

Mari, latih diri untuk berkata jujur dan hanya berjanji jika benar-benar bisa menepati.

Pertanyaan reflektif: Apakah ucapanku selama ini sudah bisa dipercaya oleh orang lain?

Versi Audio

    Leave a Reply