Teguran Membawa Kehidupan

Seri “Jadilah Bijak”

Amsal 15 : 31

Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak.

Umumnya, kita tidak senang ditegur, sekalipun mungkin sudah disampaikan dengan cara selembut apa pun.

Teguran menunjukkan sisi kurang yang tidak senang kita akui, meskipun benar adanya dan harus diubah demi kebaikan diri.

Akibatnya, banyak orang menutup telinganya dari teguran.

Mereka lebih memilih tetap dalam keadaan yang salah dengan menghindar ketika ditegur, membalas menyerang balik, atau pura-pura menerima tetapi hatinya kepahitan.

Benar, kita perlu bijak memilah mana teguran yang membangun dan mana yang bukan.

Namun, kalau kita sudah tahu jelas niat baik si penyampai dan teguran itu tepat sasaran, Tuhan ingin kita menerimanya.

Bagaimana mau berubah, kalau teguran itu tidak diterima lebih dahulu?

Kalau kita membuka diri untuk teguran positif, justru hidup kita yang akan berubah lebih baik.

Jadi, keberhasilan sebuah teguran terjadi bukan hanya bergantung kepada isi dan penyampaian, tetapi atas tanggapan si penerimanya.

Kali berikut ada yang menegur, ambil waktu untuk mencerna. Jangan langsung ditolak. Pahami baik-baik tujuannya. Dan berterimakasihlah.

Kita akan “naik kelas” semakin bijak dengan menerima teguran yang membangun!


Versi Audio

    Leave a Reply