Hari 5 — Tuhan Sumber Upah yang Sejati
Ibrani 6 : 10
“Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.”
Salah satu alasan kita kecewa adalah karena berharap pada manusia.
Kita ingin dilihat. Ingin dihargai. Ingin diakui.
Dan itu manusiawi.
Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah lupa.
Ia melihat setiap usaha kita. Ia mengingat setiap kebaikan kita. Ia tahu setiap pengorbanan kita.
Dan Ia adalah pemberi upah yang adil.
Upah dari Tuhan tidak selalu berupa materi.
Bisa berupa damai sejahtera. Bisa berupa sukacita. Bisa juga berupa berkat yang tak terduga.
Yang jelas, tidak pernah sia-sia.
Ketika kita menggeser fokus dari manusia kepada Tuhan, hati kita menjadi lebih ringan.
Kita tidak lagi kecewa berlebihan. Karena kita tahu, Tuhan melihat.
Dan itu cukup.
Mari, arahkan hati kita untuk mencari perkenanan Tuhan, bukan pengakuan manusia.
Hiduplah untuk menyenangkan Tuhan.
Bukan untuk mencari tepuk tangan manusia.
Karena apa yang dari Tuhan jauh lebih bernilai!
Pertanyaan reflektif : Siapa yang sebenarnya menjadi tujuan dari setiap kebaikan yang saya lakukan?
Versi Audio
