Seorang Kawan Memukul

Seri “Jadilah Bijak”

Amsal 27 : 6

Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.


Bila ada teman menegur kita dan kita tahu jelas teguran itu benar, terimalah.

Jangan karena dia teman sehingga kita tidak memberikan ruang bagi mereka untuk mengoreksi ketika kita salah.

Sebuah kesalahan menganggap pertemanan harus selalu mengiyakan dan mendukung setiap tindakan yang kita lakukan, bahkan yang salah sekalipun.

Memang benar, tidak ada seorang pun yang merasa enak-enak saja ketika awalnya kritikan atau teguran dilontarkan.

Kita bisa merasa tersinggung, merasa kekurangan diri terungkap, merasa sakit akibat “pukulan” yang mereka berikan.

Namun, Tuhan tidak ingin kita hanya fokus kepada apa yang kita rasakan dan alami saat ini, sambil melupakan manfaat positif yang tersembunyi di baliknya.

Mari, bersyukurlah kalau saat ini kita mengalami sakit yang mendatangkan kebaikan, ketimbang manis tindakannya yang membawa kehancuran.

Mendapati teman yang berani mengoreksi, jangan tinggalkan atau tolak, tetapi justru berterimakasihlah.

Jauhi mereka yang malah dengan sengaja membiarkan kesalahan yang kita perbuat, tanpa memberi peringatan.

Itu bukan teman, tetapi musuh.

Teman tidak mungkin berlaku demikian, terlebih ia ingin melihat kita semakin baik di hadapan Tuhan!

Versi Audio

    Leave a Reply