Pembuktian Diri

Matius 4 : 2 – 3

Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Menarik, Iblis menantang bagian kehidupan Yesus yang seringkali membuat setiap manusia jatuh.

Apa itu? Ego.

Dengan mengucap “jika Engkau Anak Allah …”, Iblis menantang ego dalam diri Tuhan bahwa seakan Dia bukanlah siapa-siapa dan tidak sanggup melakukan perkara hebat.

Tuhan seakan direndahkan dengan kalimat itu.

Hal yang serupa terjadi dalam kehidupan kita ketika ego diri kita seakan ditantang dan diminta pembuktian diri yang akhirnya muncul tindakan-tindakan yang akhirnya bisa disesalkan.

“Wah keterlaluan … Dia belum tahu siapa aku. Tunggu saja, dia lihat apa yang bisa kuperbuat!”

Tuhan tidak ingin kita terjebak dan habis dimakan oleh pembuktian ego kita.

Ingat, orang yang tahu pasti nilai dirinya di hadapan Tuhan, tidak perlu berusaha membuktikan apa pun.

Karena tahu diri ini berharga, abaikan segala pikiran-perasaan yang ingin menunjukkan “siapakah aku”.

Kita tidak akan gampang terganggu ketika ada situasi yang seakan merendahkan.

Emas selamanya akan tetap emas, tanpa perlu harus unjuk gigi pembuktian!

Versi Audio

    Leave a Reply