Pasangan yang Tepat

Seri “Memilh Pasangan Seiman”

1 Raja-raja 11 : 1 – 4

“Ketika Salomo menjadi tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah lain.”

Salomo dikenal sebagai raja berhikmat, namun bahkan orang berhikmat pun bisa gagal jika membiarkan hati dikuasai cinta yang salah.

Dalam kisah ini, cinta Salomo kepada perempuan-perempuan asing bukan hanya persoalan politis atau budaya, tetapi spiritual.

Mereka mencondongkan hatinya jauh dari Tuhan.

Cinta yang sehat adalah cinta yang menarik kita lebih dekat kepada Allah.

Bila cinta membuat kita menjauh dari ibadah, dari firman, dari komunitas rohani, maka cinta itu bukan dari Tuhan.

Salomo tidak kehilangan kasih Allah karena satu kesalahan yang mendadak, tetapi karena hati yang perlahan-lahan mengarah ke tempat yang salah.

Banyak orang Kristen berpikir mereka bisa “mengubah pasangan” setelah menikah.

Tetapi dalam kenyataan, lebih banyak orang ditarik turun daripada menarik orang lain naik.

Tuhan peduli siapa yang kita cintai, karena itu akan menentukan siapa yang akhirnya kita sembah.

Mari, ambil waktu untuk bertanya, apakah orang yang dengannya kita menjalin hubungan, mendorong kita bertumbuh dalam iman atau justru menjadi penghalang rohani.

Mintalah Tuhan menyadarkan bila kita sedang berkompromi dalam iman demi hubungan.

Jika kita ada dalam relasi yang tidak sehat secara rohani, mintalah kekuatan untuk memilih ketaatan daripada kenyamanan!

Versi Audio

    Leave a Reply