Hari 4 — Jangan Membiarkan Luka Menjadi Kepahitan
Kejadian 50 : 20a
“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakan untuk kebaikan.”
Yusuf mengalami banyak luka dalam hidupnya.
Ia dikhianati saudara-saudaranya sendiri. Ia dijual seperti barang. Ia difitnah dan dilupakan.
Namun Yusuf tidak hidup dalam dendam.
Saat memiliki kuasa, ia tidak membalas kejahatan.
Ia memilih mengampuni.
Mengampuni bukan berarti melupakan luka. Mengampuni berarti menyerahkan hak membalas kepada Tuhan.
Kepahitan hanya akan melelahkan hati. Orang yang pahit sulit menikmati hidup.
Yusuf melihat bahwa Tuhan tetap bekerja di balik penderitaannya.
Tuhan sanggup mengubah luka menjadi berkat.
Tidak semua hal buruk berasal dari Tuhan, tetapi Tuhan bisa memakai semuanya untuk tujuan baik.
Hati yang mengampuni akan mengalami kelegaan.
Pengampunan membebaskan jiwa dari beban masa lalu.
Kadang orang yang paling perlu kita lepaskan adalah orang yang paling melukai kita.
Namun di situlah kasih Tuhan diuji dalam hidup kita.
Belajarlah melepaskan kepahitan dan menyerahkan luka kepada Tuhan!
Pertanyaan Reflektif : Apakah masih ada orang yang sulit saya ampuni sampai hari ini?
Versi Audio
