Seri “Ucapan Berbahagia”
Matius 5 : 9 – 10
“Berbahagialah orang yang membawa damai … Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran.”
Membawa damai bukan sekadar menengahi konflik, tetapi membawa hadirat Allah ke tempat yang penuh luka.
Menjadi pembawa damai bukan sekadar tidak bertengkar, tetapi aktif menjembatani, merangkul, dan mengusahakan pemulihan.
Namun dunia tidak selalu menerima damai, kadang justru damai ditolak karena orang lebih nyaman dalam konflik.
Ketika kita berdiri bagi kebenaran, sering kita justru disalahkan.
Namun, Tuhan menjanjikan sukacita dan berkat sejati yang melampaui luka kita.
Mari, jangan takut berkata benar dalam kasih, meskipun tidak disukai.
Jadilah penengah, bukan pemicu konflik.
Jangan ikut arus pertengkaran. Jadilah jembatan, bukan tembok.
Tetaplah bersinar meski dibenci karena iman kita!
Versi Audio
