Seri “Jadilah Bijak”
Amsal 16 : 25
Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Ini pasti kita tidak harapkan, disangka baik-baik tetapi ujungnya merugikan.
Kalau sudah begini, mungkin kita berpikir lebih baik dari awal jalannya kelok-kelok dan tidak nyaman.
Jadinya, kita bisa lebih waspada dengan proses yang dijalani, tidak perlu harus tunggu ujungnya untuk baru sadar.
Namun, seringkali akhir buruk yang tak terduga menimpa mereka yang sombong merasa diri paling tahu.
Menimpa mereka yang terbuai dengan pikiran “saat ini” tanpa mau berpikir jangka panjang untuk masa depan.
Menimpa mereka yang sudah kurang cerdas dan kurang berpengalaman, tetapi enggan diberi nasihat orang lain yang sudah alami duluan.
Menimpa mereka yang terlalu polos percaya dan gampang dipengaruhi.
Hati-hatilah kalau tidak mau berakhir buruk.
Mintalah hikmat Tuhan untuk mampu menilai situasi.
Jangan terlalu cepat menyangka jalan kita lurus, kalau belum diuji baik-baik.
Kalau ternyata tidak lurus, berhenti dan perbaiki arah kita.
Belajarlah mempertimbangkan tujuan akhir dari segala yang kita lakukan : membangun atau menghancurkan, kepada kehidupan atau kebinasaan.
Enaknya saat ini tidak sepatutnya membuat kita mengabaikan ujung buruk yang mungkin sudah nyata terlihat!
Versi Audio
