Hari 3 — Setia Walau Tidak Dihargai
Yesaya 5 : 20
“Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit.”
Dunia ini tidak selalu adil.
Hal yang benar bisa dianggap salah. Yang baik bisa diremehkan. Bahkan, ada yang memutarbalikkan nilai.
Saat menghadapi itu, kita bisa merasa putus asa. Merasa tidak dihargai. Merasa usaha kita percuma.
Namun firman Tuhan sudah mengingatkan bahwa hal seperti ini memang terjadi.
Ini bukan sesuatu yang baru.
Karena itu, jangan heran. Dan jangan menyerah.
Penghargaan manusia bukan tujuan utama kita. Tujuan kita adalah menyenangkan hati Tuhan.
Jika kita bergantung pada penilaian manusia, kita akan mudah goyah.
Tetapi jika kita berpegang pada Tuhan, kita akan tetap kuat.
Mari, tetap setia melakukan yang benar, meskipun tidak dihargai.
Setia tidak selalu terlihat spektakuler.
Kadang justru sunyi dan tidak diperhatikan. Namun di mata Tuhan, itu sangat berharga.
Ia melihat kesetiaan kita.
Dan itu cukup!
Pertanyaan reflektif: Apakah saya masih mau berbuat baik jika tidak ada apresiasi sama sekali?
Versi Audio
