Tuhan Tidak Mengabaikan yang Terbuang
Mazmur 118 : 22
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.”
Ada masa di mana kita merasa seperti “batu yang dibuang.”
Tidak dipakai lagi. Tidak dianggap penting.
Mungkin karena kegagalan di masa lalu. Atau karena usia yang semakin bertambah. Atau karena kesempatan yang tidak pernah datang.
Perasaan itu nyata dan menyakitkan.
Namun firman Tuhan memberi perspektif berbeda, batu yang dibuang justru dipilih menjadi yang utama.
Artinya, penilaian manusia tidak menentukan nilai kita.
Tuhan melihat dengan cara yang berbeda. Apa yang dianggap tidak berguna oleh dunia, bisa dipakai Tuhan untuk hal besar.
Masalahnya, kita sering berhenti terlalu cepat. Kita menganggap cerita kita sudah selesai, padahal Tuhan belum selesai.
Ia masih bekerja. Ia masih membentuk. Ia masih punya rencana.
Tidak ada bagian hidup yang sia-sia di tangan Tuhan, bahkan kegagalan bisa menjadi dasar yang kuat.
Jangan cepat menyimpulkan bahwa hidup kita sudah tidak berarti.
Percayalah, Tuhan masih bisa memakai “bagian yang dibuang.”
Tetaplah berharap dan buka hati kita untuk rencana-Nya.
Pertanyaan refleksi : Apa yang biasanya membuat kita menilai diri rendah—kegagalan, penolakan, atau perkataan orang lain?
Versi Audio
