Tidak Lagi Egois

Filipi 2 : 3b – 4

“Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

Kalau sudah kenal Tuhan, sepatutnya kita tidak boleh lagi egois.

Kapan kita baru mulai timbul keegoisan? Saat bertemu dengan hal-hal yang kita pikir akan menguntungkan diri sendiri, sesuatu yang kita senangi.

Terkadang kita bisa diundang dalam acara kumpul yang disertai ramah tamah makan yang memperbolehkan pengunjung bebas mengambil sesukanya.

Pernahkah melihat ada orang yang mengambil luar biasa banyak, melampaui porsi wajar untuk hitungan satu orang sehingga seakan tak memikirkan orang lain yang belum dapat?

Kalau memang tujuannya benar untuk membantu mengambilkan orang lain yang juga membutuhkan, itu tidak apa-apa.

Tetapi memalukan sekaligus menyedihkan kalau ini ternyata dipicu oleh sikap serakah dan egois, apalagi dilakukan seorang anak Tuhan.

Mari, belajarlah mengasihi orang lain seperti Kristus, dimulai dengan mengendalikan diri kita dalam kecukupan dan syukur.

Mengutamakan orang lain dan berkorban bukanlah tanda kebodohan, tetapi justru kedewasaan yang telah kenal diri secara tepat di hadapan Tuhan!

Versi Audio

    Leave a Reply