Hari 2 — Ketakutan Bisa Membuat Kita Tidak Jujur
Kejadian 12 : 13a
“Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.”
Abraham pernah meminta Sara mengatakan bahwa dirinya adalah saudara Abraham karena ia takut dibunuh orang Mesir.
Ketakutan membuat Abraham memilih setengah kebenaran untuk melindungi dirinya sendiri.
Padahal Tuhan sebenarnya sanggup menjaga hidup Abraham tanpa harus memakai kebohongan.
Begitu juga kita hari ini, rasa takut sering membuat kita tidak jujur.
Takut kehilangan pekerjaan, takut ditolak, takut gagal, atau takut tidak diterima orang lain.
Akibatnya kita mulai berkompromi dengan kebenaran.
Padahal kebohongan sekecil apa pun bisa membawa masalah lebih besar.
Ketakutan membuat manusia lebih percaya pada caranya sendiri daripada perlindungan Tuhan.
Abraham lupa bahwa Tuhan yang memanggilnya juga sanggup memeliharanya.
Kadang kita pun mudah panik saat keadaan tidak sesuai harapan.
Namun Tuhan ingin kita belajar percaya, bukan berjalan dengan ketakutan.
Kejujuran mungkin terasa berisiko sesaat, tetapi selalu membawa damai.
Sebaliknya, kebohongan hanya memberi rasa aman sementara.
Tuhan lebih senang hati yang jujur daripada kepintaran manusia menyelamatkan diri.
Karena itu, jangan biarkan ketakutan menjauhkan kita dari kebenaran.
Tetaplah jujur sekalipun keadaan membuat kita takut!
Pertanyaan reflektif: Ketakutan apa yang paling sering membuatku tergoda berkompromi?
Versi Audio
