Tidak Akan Dilupakan

Yesaya 49 : 15

“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”

Satu waktu, kita bisa dilupakan oleh orang lain.

Ada kalimat berkata demikian : sekalipun dulu banyak pencapaian, orang akan dengan mudah melupakan saat kita mulai meredup.

Entah karena faktor umur atau hal lain, saat performa kita menurun orang cenderung fokus kepada tindakan kita saat ini yang mulai “kurang” yang seakan menutupi segudang hal positif di waktu lalu.

Manusia bisa berubah sikap, tetapi tidak dengan Tuhan.

Kasih Tuhan tak berubah, di saat kita segar bugar atau mulai renta.

Di saat keberhasilan kita berderet atau terus-terusan gagal.

Di saat ingatan masih akurat atau mulai gampang lupa.

Di saat penuh ide menyegarkan atau saat sulit menemukan hal baru.

Di saat berdampak luar biasa atau biasa-biasa saja.

Tuhan tidak akan melupakan kita dan selalu menghargai, apa pun yang orang lain pikirkan atau bahkan di kala kita sendiri mulai meragukan keberhargaan diri.

Dia mengasihi bukan karena pencapaian kita, bukan karena kondisi diri kita.

Tetapi semata karena selamanya, kita dipandang berharga oleh kasih-Nya yang selalu menerima!

Versi Audio

    Leave a Reply