Hari 9: Tetap Bersyukur dan Memuji Tuhan di Masa Sukar
Kisah Para Rasul 16 : 25
“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.”
Mudah untuk bersyukur saat kondisi keuangan stabil, tubuh sehat, dan hubungan keluarga berjalan dengan harmonis.
Namun, pujian yang paling berkuasa justru lahir dari hati yang tetap memilih bersyukur di dalam “penjara dalam” yang gelap.
Paulus dan Silas dipukul, tubuh mereka terluka, dan kaki mereka dipasung rapat setelah melakukan kebaikan.
Bukannya mengeluh atau menyalahkan keadaan, pada tengah malam mereka malah berdoa dan menyanyikan pujian bagi Tuhan.
Ucapan syukur yang dinaikkan di tengah penderitaan memiliki kuasa untuk mengguncangkan fondasi-fondasi persoalan hidup kita.
Sorak pujian di masa sukar akan membuka belenggu ketakutan dan memberi dampak kesaksian bagi orang-orang yang melihatnya.
Sukacita Kristiani tidak pernah tergantung pada situasi luar, melainkan pada kepastian penyertaan Tuhan di dalam batin.
Ketika kita mengalami ketidakadilan atau kekecewaan besar, buatlah keputusan radikal untuk tetap memuji kebaikan Allah.
Sikap bersyukur akan mengubah cara pandang kita dari melihat besarnya masalah menjadi melihat besarnya kuasa Tuhan!
Pertanyaan Reflektif: Apakah ucapan syukur Anda selama ini masih ditentukan oleh situasi luar yang menyenangkan saja?
Versi Audio
