Percaya dan Taat

Seri “Perkawinan di Kana”

Yohanes 2 : 7 – 8

Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya.

Seringkali yang Tuhan minta dari sikap kita adalah sama persis seperti yang ditunjukkan para pelayan itu : taat saja lakukan.

Bayangkan, mereka diminta membawa tempayan berisi air kepada pemimpin pesta yang mungkin sedang dicemaskan masalah kekurangan anggur.

Bisa-bisa, dengan membawa tempayan berisi air, mereka dimarahi karena dianggap memperkeruh situasi yang sudah sulit itu.

Namun, pelayan tetaplah pelayan, mereka taat tanpa menuntut harus mengerti dulu.

Bagaimana dengan kita, adakah kita taat setiap kali Tuhan meminta sesuatu untuk dilakukan?

Kadang logika kita menuntut pengertian dulu. Kadang kita berargumen dulu, terlebih ketika rencana-Nya dirasa tidak masuk diakal.

Namun, ketaatan yang sejati percaya penuh kepada si Pemberi perintah, melampaui isi perintahnya.

Yakinlah, setiap kali hadir tuntunan Tuhan, tidak pernah ada maksud jahat dibaliknya. Tidak pernah ada maksud mempermalukan. Tidak pernah pula ada salah perhitungan.

Karena kita tidak memahami sejauh apa yang Tuhan lihat, mari percaya saja dan taat!

Versi Audio

    Leave a Reply