Seri “Kitab Maleakhi”
Maleakhi 1 : 6a
“Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu?”
Umat membawa binatang cacat sebagai korban, padahal menurut Taurat, persembahan harus sempurna.
Para imam pun menoleransi ibadah asal-asalan.
Ini menandakan hati yang tidak takut akan Tuhan dan akibatnya ibadah menjadi rutinitas kosong tanpa rasa hormat atau kagum.
Ingatlah, ibadah bukan soal performa, tetapi penghormatan kepada hadirat Tuhan.
Mengorbankan yang cacat berarti kita memberi Tuhan sisa, bukan yang terutama.
Mari, renungkan : apakah kita memberi Tuhan waktu terbaik kita atau hanya sisa tenaga dan pikiran.
Apakah pelayanan yang kita kerjakan lahir dari kasih dan rasa hormat atau sekadar kewajiban.
Komitmenlah untuk membangun ibadah pribadi yang penuh hormat dan kasih.
Luangkan waktu teduh di saat terbaik sebagai bentuk memberi Tuhan yang utama, bukan yang sisa.
Tuhan layak menerima yang terbaik dari kita.
Dan biarlah kita memberi bukan karena kebiasaan, tetapi karena menghormati dan mengasihi-Nya!
Versi Audio
