Matius 5 : 9
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Menjadi pengikut Kristus tidak berarti kita menghindari konflik.
Konflik pasti ada dan terkadang dapat menjadi batu loncatan untuk kemajuan, tetapi jangan sampai kita sebagai anak Tuhan membuat konflik sebagai kesempatan untuk menyerang orang lan.
Ingatlah, panggilan kita adalah untuk membawa damai, mendinginkan situasi, menenangkan keadaan.
Bukan malah memanaskan situasi, dengan menjelekkan kepribadian orang lain, mengungkit-ungkit kesalahan, menebarkan asumsi yang jelas-jelas salah dan merusak.
Tidak mudah memang, terlebih ketika kita tidak suka dengan orangnya.
Tetapi dalam segala keadaan, pandanglah kepada Tuhan yang tahu isi hati kita.
Bawalah hati Tuhan untuk tidak terpancing dengan emosi orang lain, tetapi meredamnya dengan menunjukkan sikap tenang yang kuat di dalam-Nya.
Saat ada percekcokan, jadilah jembatan yang menyelesaikan dan mempersatukan dengan berusaha memberi solusi terbaik.
Dunia sekitar jelas membutuhkan damai sejahtera Tuhan, terutama di dalam tekanan kondisi buruk.
Biarlah kita menjadi pembawa damai itu, yang melalui tutur kata dan perbuatan, selalu keadaan jadi lebih kondusif, positif, dan jauh lebih baik ketimbang sebelumnya!
Versi Audio
