Amsal 19 : 11
Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.
Memang dalam bersikap, kita tidak boleh melulu mengandalkan perasaan.
Perasaan bisa mudah berubah dan terkadang bisa sulit membuat kita berpikir jernih, apalagi saat dibiarkan menguasai diri.
Perhatikan saja, saat kita terkuasai emosi marah yang seakan tiba-tiba membutakan kita jadi lupa dengan Tuhan, lupa dengan siapa yang dihadapi, dan lupa dengan perilaku yang harusnya dikendalikan.
Karena itu, Tuhan pun ingin kita tetap gunakan akal budi dalam segala gejolak emosi yang terjadi.
Tetaplah berpikir panjang, jangan langsung hilang kesabaran. Lihat situasi tidak hanya dari satu sisi, tetap usahakan secara keseluruhan.
Lihat mana dampak paling membangun, apakah perlu dibahas panjang atau lekas berikan pengampunan yang disertai kesempatan untuk memperbaiki.
Biarlah hidup kita selalu melangkah bijak penuh kemenangan sekaligus memuliakan Tuhan, tatkala sikap kita tidak hanya disertai perasaan tetapi juga hikmat bijaksana!
Versi Audio
