Orang Menyendiri

Seri “Jadilah Bijak”

Amsal 18 : 1

Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.

Tuhan tidak merancang kita untuk hidup sendiri. 

Ada orang yang sedemikian memilih sendiri sehingga tertutup untuk apa pun yang berhubungan dengan orang lain. 

Mereka lebih percaya dan pertimbangan diri sendiri ketimbang masukan  orang lain. 

Bagi mereka, nasihat orang lain adalah seakan bentuk serangan atau ketidaksukaan melihat pilihan hidup yang mereka buat.

Kalau pilihan mereka benar, itu masih bisa dimaklumi. 

Namun, sungguh disayangkan bila pilihan salah yang dibuat tidak disadari dan mereka menolak mentah-mentah maksud baik orang lain yang berusaha menolong.

Mari, sadari bahwa sehebat-hebatnya, kita tetap butuh orang lain.

Orang sekitar bisa diutus Tuhan untuk menyadarkan kita, untuk memperlengkapi kita, dan juga untuk mengasah kita.

Benar, berhubungan dengan sesama membawa resiko tidak nyaman akibat gesekan yang timbul.

Tetapi, bukankah lebih baik hidup bergesekan yang ujungnya membentuk karakter kita ketimbang hidup sendiri yang terkesan egois?

Terimalah kehadiran orang lain dengan rendah hati, beserta pertimbangan yang mereka sodorkan.

Jangan lekas ditolak apalagi disertai amarah.

Kita justru tambah kaya dalam pertimbangan untuk menjalani kehendak Tuhan yang terbaik!


Versi Audio

    Leave a Reply