Hari 1: Menunggu Waktu Tuhan Tanpa Bersikap Pasif
Kisah Para Rasul 1 : 8
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Menunggu sering kali menjadi pekerjaan paling berat bagi orang dewasa di era yang menuntut segalanya serba cepat.
Dalam babak awal Kitab Kisah Para Rasul, para murid diperintahkan untuk menunggu janji Allah sebelum mereka mulai melangkah melakukan tugas besar.
Menunggu dalam perspektif Kristiani bukanlah tindakan pasif atau bermalas-malasan tanpa arah yang jelas.
Menunggu adalah proses pengisian ulang kapasitas rohani agar kita tidak berjalan dengan kekuatan ego kita sendiri.
Banyak keputusan dewasa yang berantakan hanya karena diambil secara tergesa-gesa tanpa menantikan kepastian dari petunjuk Tuhan.
Kuasa Roh Kudus memberikan ketenangan, kejelasan berpikir, serta keberanian yang kita butuhkan dalam mengambil keputusan sulit.
Ketika Anda merasa karier, hubungan, atau doa Anda sedang mengalami penundaan, jangan langsung berkecil hati atau panik.
Gunakan masa-masa menunggu ini untuk bersekutu lebih dalam dan melatih kepekaan mendengar suara-Nya.
Roh Kudus selalu memberi kekuatan baru agar Anda siap menjadi saksi Kristus di mana pun kita ditempatkan hari ini.
Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah terlambat; Dia selalu mempersiapkan kita sebelum membuka pintu kesempatan yang baru.
Langkah yang diawali dengan Roh Kudus akan menghasilkan dampak yang bertahan jauh lebih lama daripada hasil instan.
Berhentilah mengandalkan logika manusiawi secara berlebihan dan mulailah mengandalkan penyertaan Roh-Nya!
Pertanyaan Reflektif: Keputusan penting apa yang saat ini sedang Anda paksakan dengan kekuatan sendiri tanpa menunggu kehendak Tuhan?
Versi Audio
