Menunggu dalam Diam

Seri “Kitab Ratapan”

Ratapan 3 : 26

“Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”

Zaman kita mengagungkan kecepatan, hal yang instan, dan jawaban cepat.

Termasuk dalam penderitaan, kita ingin jawaban segera. Kita ingin perubahan cepat.

Tetapi kitab Ratapan mengajarkan nilai dari menanti dalam keheningan, dalam iman yang tidak tergesa-gesa.

Menanti dengan diam bukan berarti pasif atau keputusasaan, melainkan sikap hati yang berserah dan percaya pada waktu Tuhan.

Ini adalah iman yang sejati — iman yang tidak bergantung pada hasil, tetapi pada karakter Allah.

Menunggu dalam diam juga memberikan ruang bagi Tuhan untuk menyembuhkan luka kita yang terdalam, bukan hanya memperbaiki permukaan hidup.

Ada saat di mana kita tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu. Tetapi jika kita menanti dalam Tuhan, penantian itu tidak sia-sia.

Di dalam keheningan, Tuhan bekerja dalam kedalaman hati kita.

Mari, luangkan waktu hari ini dalam keheningan.

Tidak minta apa-apa, hanya duduk di hadapan Tuhan dan menyerahkan hati.

Tanyakan dalam doa, apa yang ingin Tuhan ajarkan dalam masa penantian ini.

Biarlah kita percaya Tuhan bekerja bahkan ketika kita tidak melihat dan akan memberikan kita damai dalam masa tunggu yang kita jalani!

Versi Audio

    Leave a Reply