Menghindari Amarah

Seri “Lebih Baik Menghindar”

Amsal 20 : 3

Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Kita butuh menghindar sejenak ketika amarah sudah mulai menguasai diri.

Mengapa?

Karena seringkali ketika kita bisa cepat-cepat menarik diri dengan menghindar dari situasi yang memicu emosi, hal buruk bisa urung terjadi.

Ingat, Tuhan tidak ingin kita malu dan merasa sebagai seorang pengecut bila menghadapi situasi demikian.

Justru ini karena kita bijak, kita berpikir panjang dan tahu bahwa ada waktunya emosi diri seakan tak bisa dikendalikan bila dibiarkan terpancing semakin dalam.

Kita bukan selalu menghindari semua konflik, tetapi secara khusus untuk kondisi emosi yang sedang tidak baik.

Tuhan tidak ingin kita meledak tak karuan dan akhirnya menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya.

Sejenak saja, tinggalkan tempat itu.

Minum dulu, lihat suasana di luar dulu. Stop dulu pembahasan. Cari peralihan lain dulu.

Tentu bukan terus-terusan, kita akan segera kembali dengan kondisi yang lebih siap untuk menyelesaikan.

Mari, orang bijak tak sungkan untuk menyelamatkan diri dari kehancuran.

Seringkali kita menorehkan kesan buruk bukan karena konflik, tetapi akibat emosi tak terkendalikan yang dibiarkan berlarut-larut menguasai diri!

Versi Audio

    Leave a Reply