Mengalahkan Kejujuran

Hari 1 — Ketika Kepintaran Mengalahkan Kejujuran

Amsal 14 : 14

“Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya, dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya..”

Yakub dikenal sebagai orang yang cerdas.

Ia pandai membaca situasi dan mengambil kesempatan.

Namun kecerdasan tanpa kejujuran sering melukai orang lain.

Yakub pernah mengambil keuntungan dari kelemahan Esau. Ia juga memakai tipu daya untuk mendapatkan berkat Ishak.

Sekilas Yakub terlihat berhasil, tetapi hidupnya kemudian penuh ketegangan dan ketakutan.

Ia harus lari dari rumahnya sendiri. Ia kehilangan damai dalam keluarganya.

Kesalahan Yakub mengajarkan bahwa keberhasilan yang dibangun dengan cara salah tidak membawa ketenangan.

Tuhan tidak senang pada kelicikan sekalipun hasilnya terlihat baik.

Kadang kita juga tergoda memakai “jalan pintar.”

Kita memanipulasi keadaan supaya untung. Kita menyembunyikan fakta demi kepentingan diri sendiri.

Kita merasa itu biasa karena semua orang melakukannya.

Namun Tuhan melihat hati manusia.

Integritas lebih penting daripada keuntungan cepat.

Tuhan sanggup membuka jalan tanpa kita harus menipu siapa pun.

Orang yang jujur mungkin berjalan lebih lambat, tetapi langkahnya tenang.

Kejujuran membuat hati tidak dikejar rasa bersalah.

Hari ini belajarlah memilih kejujuran meskipun terasa merugikan diri sendiri!

Pertanyaan Reflektif : Apakah ada “cara licik kecil” yang selama ini saya anggap biasa?

Versi Audio

    Leave a Reply