Seri “Kitab Maleakhi”
Maleakhi 1 : 2 – 3
“Aku mengasihi kamu,” firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?”
Kitab ini ditulis ketika bangsa Israel telah kembali dari pembuangan Babel.
Harapan mereka tentang pemulihan bangsa dan kemakmuran belum terwujud. Maka mereka mulai sinis terhadap kasih Tuhan, mempertanyakan kebaikan-Nya.
Maleakhi menyampaikan bahwa kasih Tuhan tetap, meskipun situasi mereka tidak seperti yang diharapkan.
Ia ingin menegaskan bahwa krisis spiritual dimulai dari melupakan kasih Tuhan.
Jika kita meragukan kasih-Nya dan dianggap biasa, maka segala bentuk ibadah akan menjadi formalitas serta ketaatan menjadi beban.
Mari renungkan, apakah kita pernah merasa Tuhan tidak mengasihi karena hidup kita tidak berjalan seperti yang kita doakan.
Bila itu kita alami, ingatlah kasih Tuhan dalam karya salib Kristus.
Dan ingatlah pula bukti nyata kasih Tuhan dalam hidup kita sebagai bentuk penguatan bagi iman dan kesetiaan kita.
Minta Tuhan ampuni bila kita sering menilai kasih-Nya hanya berdasarkan situasi.
Kiranya Ia memulihkan iman kita untuk kembali percaya bahwa selamanya Ia setia mengasihi, bahkan di kala kita tak memahami jalan-Nya!
Versi Audio
