Memberi Persembahan

Seri “Memberi Persembahan”

Maleakhi 1 : 8

“Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.”

Dalam kitab Maleakhi, Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka membawa persembahan yang cacat.

Mereka berpikir bahwa Tuhan akan tetap berkenan, tetapi justru Tuhan marah karena mereka meremehkan-Nya.

Hal ini menunjukkan bahwa bagi Tuhan, yang terutama bukanlah jumlah atau bentuk persembahan, melainkan kualitas hati di baliknya.

Memberikan sesuatu yang sisa atau yang sudah tidak bernilai sama artinya dengan merendahkan Dia.

Banyak orang Kristen saat ini memberi persembahan setelah kebutuhan pribadi terpenuhi, atau memberi hanya yang tidak terasa berat.

Padahal, persembahan adalah wujud kasih, penghormatan, dan pengakuan bahwa semua berasal dari Tuhan.

Mari cek motivasi hati kita, apakah kita memberi karena kewajiban atau karena kasih.

Apakah kita rela memberikan yang terbaik, atau kita masih menyimpan yang terbaik hanya untuk diri kita sendiri.

Lihatlah persembahan sebagai bentuk penyembahan, bukan sekadar rutinitas terpaksa.

Jangan menunggu sampai ada sisa baru memberi, tetapi sisihkan terlebih dahulu bagi Tuhan.

Tuhan ingin hati yang sungguh-sungguh menghormati-Nya, bukan persembahan yang asal-asalan!

Versi Audio

    Leave a Reply