Mematahkan Keangkuhan

Hari 3 β€” Tuhan Mematahkan Keangkuhan Yakub

Hosea 12 : 4a

β€œIa bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya.”

Yakub pernah merasa bisa mengatur hidup dengan kekuatannya sendiri.

Ia terbiasa mengandalkan akal dan strategi.

Namun ada malam ketika Yakub bergumul dengan Tuhan.

Di Peniel, hidup Yakub berubah. Tuhan menyentuh pangkal pahanya sampai ia pincang.

Yakub akhirnya sadar bahwa manusia tidak bisa terus mengandalkan dirinya sendiri. Ia menerima nama baru: Israel.

Perubahan itu terjadi setelah keangkuhannya dipatahkan.

Sering kali masalah hidup dipakai Tuhan untuk melembutkan hati kita.

Kita tidak suka proses itu, tetapi proses Tuhan menghasilkan karakter yang baru.

Orang yang rendah hati lebih mudah dipakai Tuhan.

Kelemahan bukan akhir hidup.

Kelemahan bisa menjadi tempat kita melihat kuasa Tuhan bekerja.

Kadang Tuhan mengizinkan kelemahan hadir supaya kita belajar bersandar kepada-Nya.

Ada orang yang baru sungguh berdoa ketika gagal. Ada yang baru mencari Tuhan saat kekuatannya habis.

Yakub tidak lagi berjalan dengan kesombongan lama.

Ia berjalan pincang, tetapi lebih dekat dengan Tuhan.

Kita pun jangan malu mengakui kelemahan di hadapan Tuhan!

Pertanyaan Reflektif : Bagian mana dalam hidup saya yang masih terlalu mengandalkan kekuatan sendiri?

Versi Audio

    Leave a Reply