Melewati Lembah Kelam

Mazmur 23 : 4

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mungkin kita sudah melewati lembah yang kelam dan sekarang kita pelan-pelan sedang kembali ke situasi normal.

Atau jangan-jangan, lembah yang kelam itu sedang kita lewati saat ini.

Memang domba akan takut berjalan sendirian, terlebih bila di tempat yang dikelilingi oleh lingkungan asing, gelap, dan penuh ancaman.

Karena itu, sebelum bicara soal gada dan tongkat, dikatakan yang paling dibutuhkan domba adalah kehadiran gembala yang menyertai.

Dengan tahu ada Pribadi Gembala yang mengasihi dan kuat berdiri di samping kita, itu memberi ketenangan, kekuatan, dan keyakinan bagi kita untuk terus melangkah.

Sengajalah tengok ke belakang, melihat berapa banyak lembah kelam pergumulan yang berhasil kita lewati.

Berhasil dilewati, jelas bukan karena hebatnya diri, tetapi semata karena penyertaan Tuhan yang setia dahulu-sekarang-selamanya menyertai kita dari puncak ke puncak, dari lembah ke lembah.

Setiap kali takut, setiap kali ingat akan Tuhan Yesus yang hadir mendampingi, melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan.

Kuatkan diri, jangan menyerah.

Bersama-Nya, sungguh tidak ada lembah kelam yang tidak bisa kita lewati hingga selesai!

Versi Audio

    Leave a Reply