Kesombongan Menguasai Hati

Hari 4 — Jangan Biarkan Kesombongan Menguasai Hati

Ester 5 : 13

“Tetapi semuanya itu tidak berarti apa-apa bagiku, selama aku masih melihat Mordekhai…”

Ayat ini bukan tentang Ester, melainkan tentang Haman.

Namun melalui tokoh Haman, kita belajar pelajaran penting dalam kisah Ester.

Haman memiliki jabatan tinggi. Ia dihormati banyak orang. Ia hidup berkecukupan.

Namun semua itu terasa tidak berarti karena satu orang tidak menghormatinya.

Begitulah hati yang dikuasai kesombongan.

Kesombongan membuat seseorang tidak pernah merasa cukup.

Ia selalu haus pengakuan. Ia mudah tersinggung. Ia sulit bersyukur.

Ia mengukur harga dirinya dari penghormatan orang lain.

Sebaliknya, orang yang rendah hati mampu menikmati berkat Tuhan dengan penuh syukur.

Ia tidak bergantung pada pujian manusia. Ia tahu bahwa identitasnya ada di dalam Tuhan.

Kesombongan menghancurkan Haman. Kerendahan hati meninggikan Ester.

Pilihan hati menentukan arah hidup kita.

Karena itu jagalah hati lebih daripada segala sesuatu.

Belajarlah bersyukur atas apa yang Tuhan berikan tanpa terus membandingkan diri dengan orang lain!

Pertanyaan Reflektif : Apakah kebahagiaan saya masih bergantung pada pengakuan dari orang lain?


Versi Audio

    Leave a Reply