Kesatuan Roh

Hari 5: Menjaga Kesatuan Roh dalam Ikatan Damai Sejahtera

Efesus 4 : 3

“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.”

Kesatuan dalam persekutuan orang percaya tidak terjadi secara otomatis, melainkan membutuhkan usaha yang sengaja dan terus-menerus.

Paulus menasihati kita untuk memiliki sikap rendah hati, lemah lembut, sabar, dan saling membantu dalam kasih demi menjaga kesatuan.

Sebagai orang dewasa dengan beragam latar belakang dan kedewasaan rohani, potensi timbulnya gesekan akan selalu ada.

Namun, perbedaan pendapat tidak boleh menghancurkan ikatan kasih dan tujuan bersama yang telah Tuhan tetapkan bagi kita.

Kesombongan dan keinginan untuk selalu menang sendiri adalah musuh utama yang sering kali merusak kerukunan dalam persekutuan.

Sebaliknya, kerendahan hati membuat kita mau mendengar, menghargai peranan orang lain, dan mengakui keterbatasan diri sendiri.

Ketika kita dipenuhi kesabaran, kita tidak akan gampang tersinggung oleh perkataan atau sikap saudara seiman yang belum matang.

Kita menyadari bahwa kita semua sedang berada dalam proses pertumbuhan rohani dan membutuhkan kemurahan satu sama lain.

Kesatuan Roh yang kita pelihara akan mendatangkan kuasa dan urapan Tuhan yang mengalir melimpah dalam jemaat.

Mari kita menjadi pembawa kedamaian yang selalu siap memadamkan percikan konflik dengan bahasa kasih yang lembut.

Kerukunan jemaat adalah daya tarik rohani yang dapat membawa orang-orang luar datang mengenal Kristus!

Pertanyaan Reflektif: Apakah kehadiran kita dalam komunitas rohani selama ini lebih sering menjadi pembawa damai atau justru memicu ketegangan?

Versi Audio

    Leave a Reply