Keinginan Membalas

Hari 4 — Belajar Mengendalikan Keinginan Membalas

1 Samuel 24 : 15

“TUHAN kiranya menjadi hakim dan mengadili antara aku dan engkau; TUHAN kiranya menuntut perkara aku dan melepaskan aku dari tanganmu.”

Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul.

Secara manusia, itu tampak sebagai peluang yang sempurna.

Saul telah berulang kali berusaha membunuhnya. Tidak ada yang akan menyalahkan Daud jika ia membalas.

Namun Daud memilih jalan yang berbeda.

Ia menyerahkan penghakiman kepada Tuhan. Ia tidak mengambil hak Tuhan ke dalam tangannya sendiri.

Membalas dendam memang terasa memuaskan sesaat.

Namun dendam sering melahirkan dosa yang baru.

Daud percaya bahwa Tuhan sanggup membela dirinya. Ia tidak perlu membuktikan dirinya dengan kekerasan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa terluka oleh perkataan atau tindakan orang lain.

Godaan untuk membalas selalu ada.

Namun Tuhan memanggil kita untuk menyerahkan perkara kepada-Nya.

Mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahan. Mengampuni berarti mempercayakan keadilan kepada Tuhan.

Daud menunjukkan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada balas dendam.

Kekuatan sejati terletak pada pengendalian diri.

Orang yang menyerahkan perkara kepada Tuhan akan mengalami damai sejahtera yang lebih besar.

Serahkan luka dan ketidakadilan yang kita alami ke dalam tangan Tuhan!

Pertanyaan Reflektif : Apakah ada seseorang yang masih ingin saya balas daripada saya serahkan kepada Tuhan?

Versi Audio

    Leave a Reply