Kasihanilah Aku

Mazmur 6 : 2 – 3

Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN, sebab tulang-tulangku gemetar, dan jiwaku pun sangat terkejut; tetapi Engkau, TUHAN, berapa lama lagi?

Ketika dalam kesulitan, jangan ragu berseru kepada Tuhan.

Bahkan ceritakan apa adanya isi hati kita dengan kata-kata yang jujur, tidak harus kata-kata yang manis rohani atau dipoles sedemikian rupa.

Sebenarnya, mengucapkan semua itu bukan untuk memberi tahu Tuhan. Bagaimana pun, Tuhan sudah tahu relung terdalam isi hati kita bahkan sebelum kita menyatakannya.

Sampaikan apa pula harapan terbaik kita. Menyampaikan bukan sebagai sebuah paksaan, tetapi sebuah kerinduan yang ingin kita alami.

Layaknya sebuah persahabatan, kita berbicara apa adanya kepada Tuhan kita yang selalu peduli dan siap mendengar.

Benar, tidak selalu orang terdekat bisa hadir tepat di detik kita ingin menceritakan isi hati, tetapi tidak demikian dengan Tuhan yang selalu di sisi kita.

Bukan hanya untuk sekali dua kali, Dia pun Allah yang tak pernah jemu bosan mendengar seruan kita yang itu lagi-itu lagi.

Sungguh bersyukur, kita tidak harus selalu bersikap kuat di hadapan Tuhan, tetapi boleh jujur apa adanya tatkala hidup sedang di titik lemah!

Versi Audio

    Leave a Reply