Hari 3 — Hikmat Tahu Kapan Harus Berbicara
Ester 5 : 4
“Kalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada perjamuan yang akan kuadakan bagi raja.”
Ester tidak langsung menyampaikan permohonannya.
Ia memilih waktu yang tepat. Ia memahami bahwa keberanian harus disertai hikmat.
Tidak semua kebenaran harus disampaikan dengan tergesa-gesa.
Ada waktu untuk berbicara. Ada waktu untuk menunggu.
Kesabaran bukan berarti takut. Kesabaran sering kali merupakan bentuk hikmat.
Banyak konflik terjadi karena kata-kata yang diucapkan pada waktu yang salah.
Ester mengajarkan pentingnya mengendalikan emosi.
Ia tidak dipimpin oleh kepanikan. Ia dipimpin oleh hikmat.
Orang yang bijaksana tidak hanya memikirkan apa yang akan dikatakan.
Ia juga mempertimbangkan kapan mengatakannya.
Tuhan dapat memberi hikmat kepada setiap orang yang memintanya.
Hikmat membuat perkataan menjadi lebih membangun. Hikmat menjaga hubungan tetap sehat.
Belajarlah berbicara dengan kasih dan waktu yang tepat.
Perkataan yang benar pada saat yang tepat dapat membawa perubahan besar.
Mintalah hikmat Tuhan agar setiap perkataan Anda membawa damai dan pengharapan!
Pertanyaan Reflektif : Apakah saya lebih sering bereaksi dengan emosi atau berbicara dengan hikmat?
Versi Audio
