Amsal 15 : 1
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
Bagaimana cara kita dalam berbicara ternyata punya pengaruh penting, bukan cuma isinya.
Banyak orang menekankan yang penting isinya benar, tajam, dan sesuai fakta, tetapi mengabaikan cara menyampaikan sehingga akhirnya justru menimbulkan tanggapan negatif.
Benar, kemarahan sulit diredakan dengan kemarahan.
Kalau kita mau situasi lebih baik dan positif terkendali, Tuhan ingin kita mulai dari diri sendiri dulu yang perhatikan baik-baik nada suara, lembut keras suara, dan pedas tidaknya ucapan kita.
Bukankah kadang tidak ada persoalan pun, emosi kita bisa terpancing tiba-tiba saat mendengar ucapan pedas seseorang?
Kali berikut, ada yang bicaranya ngegas dengan kita, jagalah kualitas diri kita di hadapan Tuhan dan jangan ikut-ikutan ngegas.
Tidak mudah memang.
Namun semakin dewasa, harus semakin mampu mengendalikan diri, termasuk ucapan bibir kita.
Ingat, kalau kita sendiri sudah tidak baik penyampaian dan terbawa emosi, kita sudah kalah satu langkah.
Dan jangan salahkan orang lain dan situasi mengapa tidak jadi tenang, bila ternyata cara penyampaian kita sendiri ikut bersumbangsih seperti bensin yang membakar keadaan jadi semakin panas!
Versi Audio
