Jangka Panjang

Lukas 1 : 46 – 48

“Jiwaku memuliakan Tuhan… sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.”

Ketaatan Maria bukan hanya pada momen ia berkata “ya, tetapi juga ketika ia menjalani konsekuensi dari ketaatannya.

Ia harus menjalani perjalanan jauh saat hamil ke Betlehem, melahirkan di kendang, mengungsi ke Mesir karena ancaman pembunuhan Herodes, menyaksikan Yesus ditolak dan akhirnya disalibkan.

Namun respons Maria tetap memuliakan Tuhan.

Pujian Maria adalah bukti bahwa hatinya tidak hanya taat secara tindakan, tetapi juga berserah dalam penyembahan.

Ia bersyukur walau realitanya tidak nyaman.

Ketaatan Maria adalah ketaatan jangka panjang, bukan keputusan sesaat.

Kadang taat membuat kita tidak nyaman, memilih jujur meski rugi, mengakhiri hubungan yang tidak sehat, menyerahkan rencana pribadi, menolak kompromi meski disalahpahami.

Maria mengajarkan bahwa ketaatan yang sejati pasti diuji.

Mari, latih hati yang memuliakan Tuhan di tengah beban hidup.

Puji Tuhan bukan hanya ketika semua baik, tetapi justru ketika sulit.

Kita mau terus taat bukan karena hidup lancar, tetapi karena kita percaya kepada Tuhan yang memegang kendali.

Taat bukan bergantung kepada situasi atau emosi, tetapi kepada janji Tuhan.

Tetaplah bersyukur kepada Tuhan, walaupun realita hidup kita tidak nyaman!

Versi Audio

    Leave a Reply