Hari 4: Integritas Hati dalam Pelayanan dan Keuangan
Kisah Para Rasul 5 : 3a
“Petrus berkata: ‘Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?'”
Dunia dewasa penuh dengan godaan kompromi, kepalsuan, dan keinginan untuk terlihat hebat di mata sesama manusia.
Ananias dan Safira jatuh ke dalam dosa fatal bukan karena jumlah persembahan mereka, melainkan karena kepalsuan motivasi hati mereka.
Mereka menginginkan pujian sebagai orang saleh tanpa memiliki integritas ketulusan di dalam batin mereka sendiri.
Tuhan tidak bisa diimbangi dengan manipulasi atau penampilan luar yang kelihatannya sangat rohani namun berhati licik.
Integritas berarti menjadi orang yang sama, baik saat dilihat oleh banyak orang maupun saat berada dalam kesendirian.
Keuangan dan motivasi pelayanan adalah area yang sangat rentan dipakai musuh untuk menjatuhkan kehidupan orang beriman.
Uang yang diperoleh atau dikelola dengan cara yang tidak jujur tidak akan pernah membawa kedamaian sejati dalam keluarga.
Belajarlah untuk selalu jujur pada diri sendiri, jujur pada sesama, dan terutama jujur di hadapan Allah yang Maha Tahu.
Kejujuran batin akan menjaga langkah hidup kita tetap aman dari jebakan rasa bersalah dan kebinasaan moral.
Mari, periksalah kembali motivasi hati kita dalam bekerja dan melayani hari ini, lalu minta Tuhan membersihkan setiap kebohongan atau kepalsuan batin!
Pertanyaan Reflektif: Apakah ada area dalam kehidupan pribadi atau keuangan Anda yang masih coba Anda sembunyikan dari Tuhan dan sesama?
Versi Audio
