Seri “Menghadapi Pencobaan”
Matius 4 : 3 – 4
“Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti. Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Iblis menawarkan kepada Yesus solusi cepat atas rasa lapar-Nya.
Tawaran ini tampak logis dan masuk akal.
Namun di baliknya tersembunyi godaan untuk bertindak tanpa bergantung pada kehendak Bapa.
Dalam hidup dewasa, pencobaan sering hadir dalam bentuk jalan pintas.
Kita tergoda mengorbankan nilai demi hasil instan. Kita ingin masalah cepat selesai, meski harus mengabaikan prinsip iman.
Tuhan Yesus menolak dengan firman, bukan dengan kekuatan-Nya sendiri.
Ia mengajarkan bahwa ketaatan lebih penting daripada pemenuhan kebutuhan sesaat.
Sering kali Tuhan mengizinkan kita “lapar” agar kita belajar berharap pada-Nya.
Ketika kebutuhan belum dijawab, iman kita diuji untuk tetap percaya.
Iman yang dewasa berani berkata “tidak” pada solusi yang menjauhkan kita dari Tuhan.
Menunggu dalam ketaatan memang tidak nyaman.
Namun menunggu bersama Tuhan jauh lebih aman daripada bergerak sendiri tanpa-Nya.
Dan saat kita menolak jalan pintas seperti Tuhan Yesus, hati kita diteguhkan bahwa hidup yang bergantung pada firman Tuhan tidak akan pernah sia-sia, sekalipun harus melewati pencobaan!
Versi Audio
