1 Korintus 2 : 4 – 5
Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Seindah-indahnya ucapan manusia, tetap saja kita tidak jadikan nomor satu melampaui ucapan Tuhan.
Bukankah banyak kalimat bijak, inspiratif, dan menyentuh hati yang sering kita dapatkan di media sosial?
Semua itu tidaklah salah.
Seringkali kita jadi dikuatkan setelah membacanya, apalagi bila hal itu berkaitan dengan hal rohani.
Namun, lebih dari semuanya, sadari bawa ucapan Tuhan yang membawa kuasa dan kehidupan.
Artinya, hebatnya pemikiran manusia dalam ucapannya yang tidak menggeser hormat kita akan kekuatan hikmat Tuhan.
Saat bersaat teduh setiap hari, sepatutnya bukan tulisan renungan yang kita idolakan, tetapi apa kata firman Tuhan yang dibahas.
Bukan ucapan pendeta yang kita terus hafal atau rajin posting, sekalipun sungguh mengubahkan, tetapi apa kata Tuhan.
Mengapa?
Karena selamanya, Tuhanlah sumber kekuatan, sumber pengharapan, sumber sukacita yang kita sandari.
Sumber iman yang membuat kita tidak ragu melangkah menatap hari esok.
Sumber kehidupan yang tidak pernah berubah kasih dan kuasa-Nya, apa pun yang terjadi dalam hidup ini!
Versi Audio
