Haus Pengakuan

Seri “Tidak Dikuasai Ego”

Yakobus 4 : 6

“Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan : ‘Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.’”

Ego membuat kita haus pengakuan.

Dalam hati manusia, ego sering bersuara, “Aku pantas mendapatkan yang terbaik. Aku tidak boleh disalahkan. Aku harus menang.”

Tetapi bagi kita yang sudah mengenal Kristus, suara Tuhan menuntun: Ia memanggil kita untuk diam, tunduk, dan percaya.

Tuhan tidak menolak orang yang gagal, Ia pun tidak menjauh dari yang lemah.

Tetapi ingatlah, Tuhan menentang hati yang keras, yang tak mau dikoreksi, yang merasa sudah cukup bijak tanpa Dia.

Kasih karunia tidak pernah bisa tumbuh di tanah hati yang dipenuhi kesombongan.

Mari, renungkan apakah kita terlalu sering mempertahankan pendapat pribadi karena takut terlihat lemah.

Apakah kita sendiri telah memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara dan mengoreksi hati kita.

Hari ini, bila kita tergoda untuk membela diri atau mempertahankan pendapat, cobalah berhenti sejenak.

Dengarkan dan izinkan Tuhan berbicara di tengah keinginan kita untuk “menang”.

Orang yang hatinya tertuju kepada Tuhan tidak menjadikan soal siapa menang-kalah sebagai tujuan akhir yang ingin dicapai.

Tetapi rindu untuk semakin dewasa karakter menyerupai Kristus dan mengutamakan kemuliaan Kristus lebih dari segalanya, termasuk ego pribadi!

Versi Audio

    Leave a Reply