Hari 2: Hidup yang Digerakkan oleh Kristus di Dalam Diri
Galatia 2 : 20
“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi skarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah.”
Menjadi dewasa sering kali membawa beban ego yang besar untuk selalu membuktikan kehebatan dan mempertahankan kendali atas hidup sendiri.
Namun, Rasul Paulus membagikan rahasia kehidupan rohani yang sangat radikal: menyalibkan ego pribadi agar Kristus dapat bertakhta secara penuh.
Hidup oleh iman berarti mengizinkan kehendak, sikap, dan keputusan Kristus yang mengendalikan cara kita berpikir dan bertindak harian.
Ketika kita mati bagi ego sendiri, kita tidak lagi gampang tersinggung, marah, atau panik saat situasi tidak sesuai harapan.
Kristus yang hidup di dalam kita memberikan kapasitas baru untuk mengasihi orang yang sulit dan mengampuni mereka yang bersalah.
Kita tidak perlu lagi berjuang dengan kekuatan sendiri untuk menjadi orang baik, melainkan mengizinkan kehidupan Kristus mengalir melalui kita.
Keputusan harian kita—baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun relasi—harus mencerminkan kehadiran Kristus yang nyata di dalam batin.
Menerima Kristus berarti bersedia memberi ruang bagi-Nya untuk mengarahkan seluruh jalan hidup kita tanpa syarat.
Nikmatilah kemerdekaan batin saat kita berhenti memaksakan kehendak diri sendiri dan mulai berserah penuh pada pimpinan-Nya!
Pertanyaan Reflektif: Area kehidupan manakah yang saat ini masih Anda pertahankan dengan ketat dan belum Anda izinkan Kristus mengendalikannya?
Versi Audio
