Dengan Jujur

Seri “Kitab Habakuk”

Habakuk 1 : 2

“Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: ‘Penindasan!’ tetapi tidak Kautolong?”

Habakuk memulai kitabnya dengan keluhan.

Ia melihat kejahatan merajalela dan merasa Tuhan diam saja. Ia bukan sekadar mengeluh, tetapi berdoa dari hati yang lelah dan jujur.

Apa yang Habakuk lakukan seakan serupa dengan isi hati banyak orang percaya yang ketika kita berdoa, menangis, dan berharap, tetapi sepertinya jawaban Tuhan tidak terlihat.

Di sinilah iman diuji, bukan oleh ketidaktahuan kita tentang Tuhan, tetapi oleh penantian dalam ketidakpastian.

Habakuk mengajarkan bahwa Tuhan tidak menolak kejujuran doa kita.

Ia justru mengundang kita untuk datang, meskipun dengan hati yang bergumul.

Mari, bawa pergumulan kita dengan jujur dalam doa.

Jangan topengi perasaan kita.

Kejujuran kita tidak membuat Tuhan marah, tetapi malah menjadi awal dari kedekatan yang mengubah hidup kita selamanya.

Tuhan sungguh mengerti hati kita yang paling dalam!

Versi Audio

    Leave a Reply