Hari 2: Kuasa dalam Keheningan
Keluaran 14 : 14
“TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”
Sebagai orang dewasa, insting pertama kita saat menghadapi masalah adalah berbuat sesuatu atau protes.
Kita terbiasa mengandalkan strategi, koneksi, atau argumen kita sendiri untuk menyelesaikan konflik.
Namun, ada kalanya kuasa Tuhan justru dinyatakan secara maksimal ketika kita memilih untuk diam.
Diam di sini bukanlah tanda menyerah kalah atau bersikap pasif tanpa tanggung jawab.
Diam berarti memberikan ruang bagi Allah untuk bertindak tanpa intervensi kepanikan kita.
Ketika Musa mengucapkan ini, bangsa Israel sedang terjepit di antara tentara Mesir dan Laut Teberau.
Kuasa Tuhan tidak membutuhkan bantuan kepanikan atau strategi manusia yang tergesa-gesa.
Menahan diri untuk tidak membalas perkataan buruk atau tidak mengambil keputusan saat emosi adalah bentuk iman.
Biarkan Tuhan yang menjadi pembela Anda dalam situasi yang tidak adil di tempat kerja atau keluarga.
Kuasa-Nya jauh lebih efektif daripada semua argumen terbaik yang bisa kita susun!
Pertanyaan Reflektif: Dalam situasi apa Anda paling sering gagal untuk “diam” dan membiarkan Tuhan bekerja?
Versi Audio
