Bersikap Kritis

Seri “Bersikap Kritis”

Amsal 14 : 15

“Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.”

Di zaman informasi seperti sekarang, kita dibanjiri berita, opini, dan ajaran setiap hari.

Tidak semuanya benar. Tidak semuanya sehat.

Amsal mengingatkan bahwa orang yang tidak berpengalaman mudah percaya begitu saja.

Ia menerima tanpa menyaring. Ia membagikan tanpa memeriksa. Ia bereaksi tanpa berpikir.

Sikap seperti ini bisa menimbulkan banyak masalah, baik dalam keluarga, gereja, maupun masyarakat.

Tuhan tidak memanggil kita menjadi orang yang naif atau berpikiran sempit. Tuhan memanggil kita menjadi bijak.

Bijak berarti berhenti sejenak sebelum menyimpulkan.

Bijak berarti memeriksa sumber informasi.

Bijak berarti tidak langsung terprovokasi.

Bersikap kritis bukan berarti suka membantah. Bersikap kritis berarti mau mencari kebenaran secara sungguh-sungguh.

Dalam kehidupan sehari-hari, ini bisa dimulai dengan bertanya, “Apakah ini sesuai firman Tuhan?” atau “Apakah ini membangun?”

Ketika mendengar gosip, kita tidak langsung percaya. Ketika menerima tawaran yang menggiurkan, kita tidak langsung setuju.

Kita belajar mempertimbangkan dampaknya.

Orang bijak memperhatikan langkahnya karena ia sadar setiap keputusan memiliki konsekuensi.

Sikap kritis yang sehat menjaga kita dari penyesalan.

Tuhan menghargai hati yang mau berpikir sebelum bertindak!

Versi Audio

    Leave a Reply