Hari 1 — Jangan Biarkan Penderitaan Mengubah Pandanganmu tentang Tuhan
Ayub 5 : 17
“Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.”
Ayat ini diucapkan oleh Elifas, sahabat Ayub.
Meskipun tidak semua nasihat Elifas benar diterapkan kepada Ayub, kalimat ini menyampaikan
prinsip yang selaras dengan banyak bagian Alkitab bahwa Tuhan dapat memakai penderitaan sebagai sarana pembentukan.
Ketika musibah datang, pertanyaan pertama kita biasanya adalah, “Mengapa?”
Ayub juga bergumul dengan pertanyaan itu.
Ia kehilangan harta. Ia kehilangan anak-anaknya. Ia kehilangan kesehatan.
Namun yang paling berat adalah ketika ia tidak mengerti alasan di balik semua itu.
Tidak semua penderitaan merupakan hukuman Tuhan.
Kadang Tuhan sedang membentuk kedewasaan iman kita.
Penderitaan dapat membuka mata kita terhadap hal-hal yang selama ini terabaikan. Kesulitan mengajarkan kita untuk lebih bergantung kepada Tuhan.
Saat hidup berjalan lancar, kita mudah merasa mampu berdiri sendiri. Namun ketika kekuatan kita habis, kita belajar bahwa Tuhan tetap cukup.
Jangan mengukur kasih Tuhan dari keadaan hidup. Kasih-Nya tidak berubah meskipun keadaan berubah.
Tuhan tidak pernah kehilangan kendali atas hidup anak-anak-Nya.
Mungkin kita tidak memahami alasan di balik setiap air mata, tetapi kita dapat tetap mempercayai hati Tuhan.
Iman yang dewasa tidak lahir dari hidup yang selalu mudah, tetapi dari hati yang terus percaya.
Jangan menyerah saat menghadapi penderitaan.
Tetaplah percaya bahwa Tuhan sedang bekerja, sekalipun Anda belum memahami caranya.
Pertanyaan Reflektif : Apakah saya masih mempercayai kebaikan Tuhan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan?
Versi Audio
