Hari 6: Belajar dari Kegagalan Sejarah Masa Lalu
1 Korintus 10 : 6
“Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat.”
Bangsa Israel di padang gurun memiliki pengalaman spiritual yang sangat spektakuler: dilindungi tiang awan, menyeberangi laut, dan menikmati mana dari surga.
Namun, mayoritas dari mereka justru gugur di padang gurun karena memelihara sungutan, kesombongan, dan keinginan pada hal-hal yang jahat.
Paulus memakai peristiwa sejarah ini untuk memperingatkan jemaat Korintus agar tidak menjadi ceroboh dan merasa aman secara semu.
Pengalaman rohani masa lalu yang hebat tidak otomatis menjamin keberhasilan iman kita hari ini jika kita mengabaikan ketaatan harian.
Orang dewasa yang bijak adalah mereka yang mau belajar dari kesalahan orang lain agar tidak jatuh ke dalam lubang dosa yang sama.
Perhatikan bagaimana kebiasaan mengeluh dan tidak bersyukur sanggup merusak masa depan dan menjauhkan kita dari janji-janji Allah.
Gantilah setiap keluhan yang muncul dari mulut kita hari ini dengan ucapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam hal-hal kecil.
Ketika kita merasa berdiri teguh dan merasa paling aman dari godaan, di situlah kita harus melangkah dengan ekstra hati-hati.
Firman Tuhan memberikan jaminan bahwa dalam setiap godaan, Allah selalu menyediakan jalan keluar yang memberi kekuatan bagi kita!
Pertanyaan Reflektif: Pelajaran dari kegagalan masa lalu manakah yang paling perlu Anda waspadai agar tidak terulang dalam hidup Anda saat ini?
Versi Audio
