Amsal 24 : 29
“Janganlah berkata, ‘Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia.
Aku membalas orang menurut perbuatannya.”
Naluri manusia adalah membalas dendam.
Namun Amsal menegaskan bahwa sikap itu bukan jalan orang benar.
Yesus mengajarkan untuk mengasihi musuh dan Paulus berkata jangan mengalahkan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan dengan kebaikan.
Membalas dendam tidak pernah menyelesaikan masalah.
Yang ada hanyalah rantai kebencian.
Tetapi ketika kita memilih mengampuni, kita bukan hanya membebaskan orang lain, tetapi juga membebaskan hati kita dari racun kepahitan.
Mari, saat disakiti, jangan langsung bereaksi, tetapi tarik napas, berdoa, dan pilih respon yang benar.
Ajarkan anak untuk berdamai, bukan saling membalas ketika bertengkar.
Bila ada konflik dalam pelayanan, selesaikan dengan kasih, bukan dengan balas-membalas.
Latihlah diri dengan doa pengampunan.
Sebut nama orang yang melukai kita di hadapan Tuhan, minta Tuhan memberi hati yang rela mengampun.
Pengampunan bukan berarti melupakan, tetapi melepaskan diri dari ikatan kebencian!
Versi Audio
