1 Korintus 1 : 27 – 28
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti.
Betapa ayat ini memberi penghiburan sekaligus pengharapan bagi kita.
Mengapa?
Mungkin itu yang kita rasakan saat ini.
Dan akibatnya, tidak jarang sikap lingkungan yang “menganggap” kita cukup berarti mempengaruhi kita merasa tidak cukup layak berarti dipakai oleh Tuhan.
Namun, kebenarannya : Malah bagi orang-orang yang penuh kelemahan itu, justru sengaja dipilih oleh Tuhan.
Artinya, daripada meratapi kelemahan, mari datang persembahkan semua itu untuk dipakai oleh Tuhan.
Bukannya membanggakan kelemahan, tetapi percaya bahwa dalam kelemahan diri, kuasa Tuhan akan terlihat sempurna.
Melalui diri mereka yang jauh dari kata hebat, Tuhan akan bekerja menunjukkan karya-Nya yang hebat.
Kelemahan separah apa pun, tak pernah membuat hidup kita tak berarti di hadapan-Nya.
Terlalu banyak kisah orang lemah yang dipakai secara luar biasa oleh Tuhan, kita pun bisa punya kisah yang sama!
Versi Audio
