Hidup dan Mati

Amsal 18 : 21

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Memang benar, lidah kita membawa pengaruh besar bagi hidup kita : bisa membawa kehidupan atau malah kematian.

Kadang kita tidak berpikir efeknya akan begitu besar, terlebih bila dilakukan dengan maksud sekedar celoteh biasa.

Tetapi sebagian besar masalah hidup kita ditimbulkan dari mulut.

Sembarangan berbicara membuat kakak beradik yang dulunya akur, jadi renggang. Menantang rekan sekolah dengan ucapan panas, membuat akhirnya kena hukuman diskors.

Menjelekkan penjual lain dengan ucapan fitnah, berujung dipolisikan. Merendahkan gereja-gereja lain dengan ucapan sombong, membuat para pengikut kehilangan respek.

Mari, jagalah ucapan kita di hadapan Tuhan.

Di zaman ini, ucapan yang berisiko tak selalu keluar dari bibir, tetapi dari gerakan jari yang tidak pikir panjang dalam memposting sesuatu.

Berani menabur, beranilah juga menuai.

Kalau kita ingin menuai hal-hal baik, mulailah dengan pikir dulu sebelum berbicara, tahan diri dulu sebelum siap bertanggungjawab.

Lidah sungguh besar kuasanya, tetapi dengan pertolongan Tuhan, biarlah kita jauhkan dari buah-buah pahit yang tak ingin kita memakannya!

Versi Audio

    Leave a Reply