Seri “Jadilah Bijak”
Amsal 29 : 9
Jika orang bijak beperkara dengan orang bodoh, orang bodoh ini mengamuk dan tertawa, sehingga tak ada ketenangan.
Kadang kita harus lihat baik-baik siapa yang kita hadapi.
Kita akan merasa capek dan sia-sia meladeni mereka yang senang ada dalam kebodohannya.
Mereka bertindak hanya atas pemahamannya yang sempit.
Jelas, kalau kita lebih bijak dan dewasa, Tuhan tidak ingin kita bersikap sama bodohnya dengan mereka.
Artinya sebelum masuk lebih jauh, kita perlu pastikan dulu apakah orang ini pantas diladeni atau dari awal kita jaga jarak.
Sekalipun benar kita harus ramah kasih Kristus, tidaklah salah untuk menjaga hidup kita yang berharga.
Mengapa?
Ingat, seseorang seringkali bertindak berdasarkan sejauh mana yang ia tahu.
Bahayanya pengertian yang bodoh sering memancing timbulnya tindakan bodoh yang akan merugikan, bukan cuma bagi pelaku tetapi juga siapa yang dekat-dekat dengannya.
Kalau rendah hati mau dibimbing, itu masih bagus.
Sungguh mengherankan, kalau sudah bodoh tetapi sombong diberitahu.
Bila satu waktu kita konflik dengan orang bodoh, bahas saja yang penting dan segera sudahi.
Semakin diladeni, semakin kita habiskan tenaga.
Cermat meladeni kiranya menjadi sikap bijak yang terus kita bawa!
Versi Audio
