Seri “Hidup Berintegritas”
Matius 21 : 28
Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
Kadang kita menganggap kalau soal belajar tidak munafik itu cocok untuk mereka yang masih muda atau junior.
Tetapi, itu salah.
Kisah ini menegur bahwa justru si sulung sebagai kakak yang harusnya memberi contoh, malah bersikap lebih buruk ketimbang adiknya.
Si sulunglah yang bersikap munafik, bukan si bungsu.
Artinya, kita yang hari ini merasa senior, lebih berpengalaman, ada di posisi lebih tinggi harus hati-hati dengan berpikir tidak mungkin jatuh dalam kemunafikan.
Bukan karena sudah senior, lalu dosa otomatis pasti menjauh dari hidup dan kita jadi kebal darinya.
Mari, teruslah mawas diri.
Tuntutlah diri sendiri untuk terus memiliki integritas karena jangan-jangan hal itu ternyata diperhatikan dan diteladani oleh orang-orang di bawah kita.
Di hadapan Tuhan, bukan posisi dan umur yang penting, tetapi taat melakukan atau tidak kepada kehendak-Nya.
Sekali berintegritas, bukan berarti pasti terjaga selamanya. Ini perjuangan kita seumur hidup untuk tidak memberi celah bagi kemunafikan!
Versi Audio
